Can't I?

|
When I can't be with the one I love,
Will I stay with the one who loves me?

Selintas Warna yang Lain #4

|
CHAPTER 4: THE SWEETEST THING 1


Selintas Warna yang Lain #1
Selintas Warna yang Lain #2
Selintas Warna yang Lain #3

Malam ini, aku melihat gadis termenung di meja belajarnya. Seperti biasa, dia fokus menatap layar laptopnya. Tak hanya diam dan berpikir, Gadis membelalakkan matanya. Bulat seperti telur, jernih seperti kelereng. Memekik perlahan, Gadis mengatupkan tangan di atas bibir mungilnya. Kemudian, merekahlah sesungging senyuman. Gadis pun mendorong laptopnya mundur dan meraih sebuah buku kumal dari laci meja. Hening sejenak, sebelum akhirnya Gadis menorehkan tinta hitamnya...

Melbourne, 8 Agustus 2011

Kaget. Itulah kesan pertamaku saat membaca postingan-postingan di blognya beberapa hari yang lalu. Kemudian, terharu. Sedikit terbesit rasa malu ketika aku menyadari betapa senangnya diriku, betapa penuhnya hatiku, karena rasa sayang. Meluap-meluap. Hampir tak tertahankan. Sungguh luar biasa. 


Dia adalah sahabatku, salah satu sahabat baikku sejak SMP. Dulu, aku selalu menjadi tempatnya bercerita dan berkeluh kesah. Dulu, aku selalu memberikan nasihat ketus, dingin dan sok tau. Kini, pada dialah aku menumpahkan semua masalahku, semua lika-liku cerita dalam hidupku. Tanpa banyak bicara, dia mendengarkanku dengan sabar dan cermat. Mengajukan satu dua pertanyaan, tidak pernah sekalipun menggurui, ataupun menghakimi. Pernyataan-pernyataannya tidak menyentil, tapi malah semakin memantapkan pemahamanku. Mengagetkan. Benar-benar mengagetkan.

Seingatku, dia adalah seorang yang amat kekanakan dan naive. Tak pernah sedikitpun terbesit dalam benaknya hal-hal yang buruk. Putih dan polos. Belum menyadari realita kehidupan hingga kadang terasa menjengkelkan. Tapi itulah dia, sahabatku sejak SMP. Teman sebangkuku, persis di depan meja guru..

Saat SMA, kami terpisah jauh. Dua provinsi yang berbeda. Minim pertemuan dan minim komunikasi. Tapi kami bisa bertahan. Berbagai macam cara pun dilakukan. Kulayangkan sepucuk surat berperangko padanya. Dan kembalilah padaku berpuluh pucuk surat balasan. Jarak dan waktu tak pernah menjadi hambatan. Tiga tahun berkirim surat. Aku pun mulai menyadari ada sesuatu yang berubah. Sahabat kecilku sedang berkembang. Tutur katanya, pola pikirnya, perilakunya. Sahabatku menjadi lebih matang. Aku melihat, bunga cantik itu mulai mekar  perlahan. 

Sejujurnya, aku merasa sedikit kecewa, sedih, marah, dan juga iri. Aku kecewa ketika dia demikian berubah saat aku tak ada di sampingnya. Sedih, karena aku tak dapat menyaksikan dan menemaninya menjalani semua perubahan itu. Marah, karena aku tidak berperan dan terlibat langsung dalam perubahan itu. Iri, karena perubahan besarnya membuatku tersadar bahwa hampir tak ada yang berubah dari diriku di masa lalu hingga masa kini. Saat dia benar-benar bertransformasi dari ulat menjadi kupu-kupu nan anggun, aku tetaplah sama. Kepik yang tak pernah  menjadi pupa. Nimfa yang langsung membesar dewasa seiring dengan berlalunya waktu. Sungguh sangat menyesakkan. 

Namun dari dalam lubuk hatiku, aku benar-benar senang. Sekaligus bangga. Bersyukur atas kemajuannya, berterima kasih atas perubahannya. Aku yakin hal ini masih akan terus berlanjut ke arah yang lebih baik. Aku berdoa, agar perubahanmu ini dapat menginspirasi lebih banyak orang, menyentuh lebih banyak kehidupan sebagaimana keinginanmu untuk menjadi seorang psikolog yang baik. Yang aku tau, kisah kita masih akan terus terjalin dan tertaut. Seperti katamu, kita akan menjadi tua bersama, terus berbagi tawa dan air mata. 

Aku sangat bersyukur telah mengenalmu. Aku merasa beruntung karena kau telah menyentuh dan masuk dalam hidupku. Aku amat senang memilikimu sebagai sahabatku. Monkey D. Luffi bilang, teman tak perlu berterima kasih. Karena untuk itulah mereka ada. Tapi tetap saja aku akan mengucapkannya:

Terima kasih karena kau telah menyayangiku,
FARA.


My Second Home'Made VIDEO

|

SELINTAS SALAM:

Uwaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh.......... Halo semuaaaaaaaaa! It's been ages since I posted my last one! Kangen nulis, kangen blog walking, kangen komen! Maav yaaaa... Maav bangetttt. Ini semua karena kehebohan exam dan liburan. Di jogja, jam terbang saya merosotttt jauhhhhh! Soalnya sibuk makan (lohhh?) sama jalan-jalan! Ehehehehehehehehehe... Terutama, saya bener-bener maw minta maaf sama blogger senior, FADHLI AMIR, a.k.a BLACK BOX yang telah berkenan memberi newbie payah ini AWARD! Award ini sebenarnya telah diberikan kepada saya bulan Mei, tapi saya dengan tidak tau malunya baru bisa mengucapkan terima kasih sekarang. Saya bener-bener ga nyangka lho, bisa dapet award. Dulu saya beberapa kali pernah di'tegur' karena komen saya yang blak-blakan, sok tau dan menusuk. Tapi karena itulah sedikit demi sedikit saya mulai introspeksi dan mengendalikan tutur kalimat saya. Meskipun demikian, saya merasa saya harus terus blak-blakan dan tanpa segan bertanya serta bertukar pikiran, dengan kalimat yang lebih halus tentunya. Jujur, menurut saya pribadi, saya lebih suka bila ada blogger yang meninggalkan komen tajam dan membahas mengenai tulisan dan isi tulisan saya. Bukan sekedar pujian atau basa basi dan kalimat kosong. Anyway, sekali lagi saya mohon maaf dengan sangatttt, semoga bang FADHLI dan (mungkin) blogger senior lainnya ga kapok memberi saya Award, hehehehe.....

BERITA UTAMA:

Saya ingin melaporkan (jiahhhhh...) hasil ujian saya semester lalu. Alhamdulillah nilai saya meningkat! Makasih buat semua sahabat-sabahat dan blogger-blogger yang telah mendoakan dan menyemangati saya. Yahhh, intinya sih saya maw membela diri dengan menyampaikan bahwa penelantaraan blog saya beberapa bulan ini memang ada hasilnya. Semoga untuk kedepannya saya bisa membagi waktu dengan lebih baik lagi, sehingga bisa belajar, mendapat hasil maksimal, sekaligus rajin nulis. Hehehehehe....

Selama liburan kemarin, saya memang ga banyak waktu untuk ngeblog, cuma sempat baca-baca blog mbak FANI, FADHLI, dan GAPHE. Mav, meskipun saya baca, tapi saya belum sempat meninggalkan komen satu pun. Alasannya, karena saya cuma baca cepat alias skimming, jadinya saya merasa ga pantes buat ninggalin komen asal. Insya Allah, pelan-pelan akan saya baca lagi post-postnya dan tinggalin komen pantas buat smua blog yang saya ikuti. 

Meskipun blog saya hibernate, tapi tak mengurangi kreativitas saya kok! Saya tiap liburan pasti bikin VIDEO. Salah satunya adalah video yang di atas itu. Saya masih punya 4 video lagi yang masih dalam proses pengeditan. Begitu ada yang rampung, akan saya up load di youtube dan dibahas di sini. Saya bener-bener menantikan saran dan kritik dari teman-teman semua, mengingat saya ini masih amatir yang perlu banyak belajar. Video ini saya buat seperti video clip, lagu yang saya ambil adalah BUTTERFLY WINGS dari Owl City. Ini merupakan video clip kedua saya lengkap dengan lirik. Settingnya adalah rumah saya sendiri, ditambah pantai Pelangi (masih dalam rangkaian dari pantai parangtritis). Modelnya juga saya. Pengarah kamera saya, tapi saya minta tolong pada sahabat saya FARA untuk mengambil gambarnya. Yang mengedit sudah barang tentu saya, ditambah bantuan dari sahabat masa kecil saya, ANDI dan pacarnya, TITI. Kakak kandung saya, MBAK ATIE juga turut membantu. So far, masukan yang saya terima adalah: MODELNYA TERLALU KAKU!!! Hahahahahahahaha,,,,, wajarlah, model amatir dan gratisan, ga punya bakat sama sekali! Hehehehe... yahhh, untuk lain kali mungkin saya akan memaksa teman saya untuk menjadi model dadakan. Hehehehehe....... Singkat kata, saya masih butuh kritik dan saran laen dari teman-teman semua! :')

Lastly, saya lagi-lagi ingin minta maaf atas semua kesalahan saya. Kalau mungkin komen-komen saya selama ini ada yang menyakitkan hati, Saya ingin kita semua memulai bulan ramadhan dengan hati yang lapang dan tenang, tanpa beban! Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. 

PS: Please tolong jangan dibahas, kenapa kok arah pesawatnya beda sama arah pesawat kertas yang ada di video itu. Jawabannya adalah, karena saya bodoh. Kenapa ga diganti aja? Karena itu buat pengingat kebodohan saya yang masih belum mahir mengedit. Semacam kenang-kenangan gitu deh. Hahahahahahahaha~~