Hahaha . . .
Saya tertawa, terbahak-bahak, terkekeh-kekeh
Kini kenyataan telah ada di depan mata
Bahkan kau pun mengetahuinya, karna kau pelakunya
Kau tersangka
Berkedok alim padahal maling
Hahaha . . .
Saya benar-benar tak dapat menahan tawa
Sebut saja saya gila, saya edan, saya sinting
Saya tertawa bukan karna gembira pun senang
Saya terluka, teriris, tersayat
Tak sanggup saya merasa sakit ini, perih, menusuk
Mati rasa
Tak mampu air mata ini tumpah menderas
Hanya tawa membahana
Hahaha . . .
Menertawakan saya, kamu, dia
Kami, kalian, mereka
Kenyataan, kebohongan, kemunafikan, penyesalan, masa lalu
Hanya perlu diketahui
Saya adalah orang pertama, bukan kedua
Kamu orang kedua, bukan ketiga
Pun dia orang ketiga, bukan orang pertama
Begitu kata guru Bahasa Indonesia
Hahaha . . .
Sekali lagi saya tertawa
created by LULU'CHAN
created by LULU'CHAN
Note: aq terpaku. bener2 terpana baca entah puisi, entah prosa, entah cerita ini. rasa pasrah yg terkesan sangat dalam. kekecewaan sekaligus rasa sedih yg duhhh, miris. sarkasme dan sindiran yg halus. aq tak bs berkata2, benar.. tak bisa mjawab. sang penulis tak mharapkan hiburan atau saran, bahkan pelarian. tak banyak cakap, tak banyak deskipsi. tak perlu, tak perlu...
hanya aq yg berharap dlm diam, seandainya aq ada di sana, dan kami ada dsamping satu sama lain, untuk berbagi tangis...

0 comments:
Post a Comment