Tersandung langkahku dalam pencarian seruni..
Raja malam hanya membayangiku..
Tak pelak langkahku dalam sucinya khalifah abadi..
Terus terang aku khilaf dan kalah..
Dalam juangan tak bermaya..
Bagaimana harga dari diri ini...??
Paradoks-paradoks samar dalam mendung dan mega pelangi
Aku jatuh menghempas diri dari batu pualam..
Rasa hampa dan salah kian menghakimi...
Tertambah dengan suara camar yang luluh lantak dalam karang Mesiah..
Apalah arti dalam seribu tanpa ribu yang mengarti satu..
Begitu juga sang Diri ini jika tanpamu akan sunyi...
Kelam kelabu kabut jingga dalam pelupuk..
Aku hanyut kaku dan sejenak hampir terlarut..
Katakan padaku jika ada manusia yang ingin berkawan..
Karena aku ingin mengembara dalam dunia yang hampa..
Tersudut aku dalam langkah yang kian lama kian tak pasti...
Terlalu jauh untuk menjauhkan diri...
Aku semakin beku dalam wujud bidadari kelabu..
Bagaimana kelam...
Bagaimana neraka apakah ada warna putihnya..??
Seperti surga yang bisa membias dalam artian di dunia ini...
Apalah guna sang langkah jika hati tak beranjak dalam pilu masa lalu..
Apalah arti gerimis dimata jika jantung tak lagi bernyawa..??
Aku hanya menerka arti dari musim ini..
Tanpa maksud untuk mengakui...
Otakku lelah dalam sarangnya
Sudahku sudahlah Putuskan untuk akhiri semua bentuk ini....

0 comments:
Post a Comment