Bagi yang belum membaca Part #1 ada di SINI
Kali ini lagi-lagi aku memperhatikan sang gadis yang tengah duduk di balik meja kayunya. Tegang raut wajahnya yang kaku dihiasi kebimbangan dan kebingungan. Lama ia menatap layar monitor laptop di hadapannya seraya lincah menggerakkan mouse kesana kemari. Sepertinya sang gadis sedang mencari tau informasi tentang suatu hal. Terbaca olehku beberapa tab yang dibukanya. Handbook dari University of Melbourne, tentang Bachelor of Science. Ada dua major yang menarik perhatian sang gadis, Animals Science dan Human Structure and Function. Dengan saksama ia membacanya. Tergeletak sebuah kalkulator di atas kertas coretan dan pena di tangannya. Sang gadis pun mulai terlihat sibuk menghitung course credit dan membuat study plan. Sebentar-sebentar ia berhenti untuk menghapus, mencoret, merenung. Berkali-kali ia menghitung, mengganti. Bertabel-tabel rencana telah dibuatnya. Lama, sang gadis kemudian menghela hafas panjang, tiga kali. Beranjak ia dari kursinya lalu mulai meregangkan tubuhnya, meraih tas, dan berjalan hilir-mudik mengumpulkan perlengkapan. Lapotop, map, buku, catatan-catatan, serta tak lupa sekotak permen karet dan sebotol air mineral ia masukkan dalam tas. Entah kemana si gadis akan pergi malam-malam begini. Sendirian. Tanpa teman. Namun dengan sedikit senyum menyungging. Dan aku yang selalu menyertai......
Kali ini lagi-lagi aku memperhatikan sang gadis yang tengah duduk di balik meja kayunya. Tegang raut wajahnya yang kaku dihiasi kebimbangan dan kebingungan. Lama ia menatap layar monitor laptop di hadapannya seraya lincah menggerakkan mouse kesana kemari. Sepertinya sang gadis sedang mencari tau informasi tentang suatu hal. Terbaca olehku beberapa tab yang dibukanya. Handbook dari University of Melbourne, tentang Bachelor of Science. Ada dua major yang menarik perhatian sang gadis, Animals Science dan Human Structure and Function. Dengan saksama ia membacanya. Tergeletak sebuah kalkulator di atas kertas coretan dan pena di tangannya. Sang gadis pun mulai terlihat sibuk menghitung course credit dan membuat study plan. Sebentar-sebentar ia berhenti untuk menghapus, mencoret, merenung. Berkali-kali ia menghitung, mengganti. Bertabel-tabel rencana telah dibuatnya. Lama, sang gadis kemudian menghela hafas panjang, tiga kali. Beranjak ia dari kursinya lalu mulai meregangkan tubuhnya, meraih tas, dan berjalan hilir-mudik mengumpulkan perlengkapan. Lapotop, map, buku, catatan-catatan, serta tak lupa sekotak permen karet dan sebotol air mineral ia masukkan dalam tas. Entah kemana si gadis akan pergi malam-malam begini. Sendirian. Tanpa teman. Namun dengan sedikit senyum menyungging. Dan aku yang selalu menyertai......

4 comments:
hoo..hoo..so simply,tapi ada kesan dingin..aku suka...
part ini lebih singkat, cuma describe satu suasana, mgkn lbih bagus lg kalo ada main idea yg lebih ditonjolkan, gak cuma describe suasana......sukses ya
Post a Comment