Saat Merapat ke Dermaga

|
akhir hari adalah saat merapat ke dermaga, bagiku
saat melempar pandang ke laut
saat menanti sebuah titik
yang kian mendekat ke dermaga

akhir hari adalah saat menantimu
menanti kapalmu merapat ke dermaga
menurunkan jangkarnya
menautkan talinya
dan menurunkanmu di hadapanku

dan saat hari baru akan tiba
kita akan berjalan kembali ke dermaga
berucap selamat jalan

saat hari baru akan tiba
aku akan melambai pada kapal yang kian menjauh
dan berbalik pergi meninggalkan dermaga

dulu,aku selalu menanti akhir hari
menanti kejutan demi kejutan
yang kau bawa saat menuruni kapal
menanti sekadar sapa hangat
untuk melepas rindu dalam dialog singkat

kini,aku masih menanti akhir hari
namun rasanya akhir hari tak seindah dulu
sebab kapal yang datang seringkali tak lagi membawamu

aku bosan
menanti akhir hari seorang diri
menatap laut yang kosong sendirian
menatap kapal angkuh yang tak jua menurunkanmu

aku lelah
merindumu, sendirian menatap kapalmu,
saat kau bahkan tak pernah menatap dermagaku

rasanya siang terasa lebih indah
lebih ramai dan memikat
dan siang berlalu lebih panjang
sampai-sampai akhir hari rasanya tak penting lagi

tampaknya aku memang sudah bosan menunggu
sudah bosan hanya bisa terduduk di dermaga
sudah bosan berimaji harap setiap hari
namun akhirnya hanya menelan kembali harapan itu

tampaknya menantimu tak seindah dulu

bahkan terkadang rasanya hambar
sampai-sampai merindumu saja aku sudah lupa caranya

saat kapal kembali berlayar
aku tak tahu kapan ia akan kembali
melepas jangkarnya
menautkan talinya
dan sekali lagi menurunkanmu di hadapanku

dan saat kapal kembali berlayar
kau tak tahu kapan ia akan kembali
melepas jangkarnya
menautkan talinya
dan sekali lagi menemukanku di dermaga



by: BLACK RANGER


PS: Aku cuma mau nge'share puisi yang menurutku super bagus dan super menyentuh ini ke sapa pun yang baca blog'ku. Penulisnya sengaja dibikin anonim, tapi yang pasti dia adalah salah satu sohib terbaikku yang aku sayangin, dan sering aku usilin juga. Sekarang ini, dia banyak 'galau' karena suatu hal. Aku bener-bener pengen banget liat dia seneng, gak galau-galau lagi, gak labil-labil lagi. She deserves happiness. Dan kebahagiaan itu pasti akan dateng kok buat dia. Aku yakin. Aku doain terus, dan aku juga bakal bantu sebisa mungkin. Berjuang yaa! Luph you, besties!

3 comments:

Atrifia Aulia said...

kamu kok so sweet gitu sih,,hehe
tengkyooo daghling :* :*
amiiin doanya :P

rinz said...

iyaaa donkk...
aq kan selalu 'sweet'
mana pernah 'bitter'
*kcuali klo lg nyemprotin racun*

andri K wahab said...

puisi sohib kamu penuh nyawa sekali, membacanya seakan-akan kita menjadi si penulis sang pelaku...LOVE this poem...^_^