Nembak COWOK

|
Nggak banyak orang -baik cowok ataupun cewek- yang bilang kalau it's ok bagi cewek buat nembak cowok. Alasannya? BANYAK. Mulai dari gak etis'lah, malu-maluin'lah, gak tau diri'lah, gengsi'lah, dan laen-laen. Terutama Eastern people. With their Eastern culture. Well, ga berarti Western people ga berpikir seperti itu juga sih. Some of them, indeed, think that girls should not confess their feelings to the boys.  Mengapa? Yep. Back to a square one, beberapa alasan yang udah aku sebutin di atas. Yang pengen aku tanyain di sini adalah, apa alasan di balik ketidaketisan cewek buat nembak cowok? Apa yang membuat sedemikian memalukan bagi cewek buat nembak cowok? Kenapa kalau cewek nembak cowok, (beberapa) orang bakal bilang kalau cewek itu gak punya harga diri? KENAPA?

Huhmmmm... Aku pribadi menganggap kalau semua itu gak beralasan. Orang (beberapa) menganggap itu tak pantas karena society's point of view influences their thoughts. Mereka berpikir sesuai dengan pandangan komunitas dimana mereka tinggal. Kenapa bisa gitu? Yaaah, karena sifat manusia sebagai makhluk sosial. Socio-Psychology theory can explain much about it, tapi aku di sini gak pengen ngebahas soal itu meskipun aku punya sedikit (sekali) background knowledge tentang itu. Aku justru pengen ngebagi pengalamanku (dari tangan pertama nih) tentang NEMBAK COWOK.

Yeahhh, aku pernah kok nembak cowok. Gak tanggung-tanggung, aku pernah nembak cowok dua kali! Dua cowok yang berbeda, tentu saja! Dan hanya dua cowok itu yang pernah dan bisa kusebut sebagai 'officially' boyfriend (jangan tanya dulu soal yang 'unofficially' one). Huhmmmm.. balik lagi ke kata tanya MENGAPA. Alasan umum dan paling mendasar adalah sebagai berikut: Satu, jelas karena aku suka kedua cowok itu. Dua, karena aku pengen jadi pacar cowok tersebut. Lastly, the most ultimate reason was I always knew that he (both of them) would accept me! Hahahahaha....

Pertama kali aku nembak cowok adalah pas aku kelas 6 SD. Aku gak nembak sendirian. Sohib terdekatku waktu itu juga nembak cowok yang dia sukai di hari dan jam yang hampir sama denganku (cuma selisih beberapa menit setelah aku). Aku (dan sohibku itu) nembak cowok lewat telepon. Waktu itu hari Rabu, tanggal 2 April, setelah selesai dari les private matematika, kami pergi ke wartel untuk menyatakan cinta (monyet) kami. Di antara kami bertiga, aku yang pertama maju dan paling sukses. Yang kedua, sohibku R dengan hasil yang kurang baik, dan sohibku yang terakhir, M, langsung mundur melihat kegagalan R. Setelah itu, mulailah aku resmi berpacaran dengan cowok Y saat memasuki bangku SMP kelas 1. Usia hubunganku (hooooekkkkk) dengan cowok Y tidaklah lama. Hanya sekitar 2 minggu plus 7 hari cuek-cuekan sebelum putus. I didn't really mind how the things ended between us. At least, I got to kick his butt once over such a trivial matter (he walked with other girls after school). Anyway, aku emang sempet lose contact sama dia, sampai akhirnya 2 tahun yang lalu (pas aku baru aja nyampe Melbourne) he found me at facebook site. And now, we are such a (pretty) good friend.

Alasan mengapa aku nembak cowok Y ini adalah karena (waktu itu) aku suka bad boy type kayak dia. Cowok Y ini emang rada o'on, tapi minimal dia punya tampang'lah. Dia juga ikut kempo, jadi terkesan agak liar gitu deh. Kedua, aku tuh pengen banged ngerasain gimana punya pacar berandalan. Gimana rasanya khawatir dan deg-degan kalo si dia lagi berantem dan baku hantam sama orang laen (perkelahian antar sekolah gitu). You know, I just wanted to feel the excitement! Lagipula sebelum nembak juga aku cukup yakin bakal diterima kok. Cowok Y mana mungkin nolak cewek sih, soalnya aku tau dia belum pernah pacaran sebelumnya (aku juga belum) dan pastinya dia bakal pengen nyobain pacaran juga kan??? Hahahahahaha.... 

Kedua kalinya aku nembak cowok kurang lebih 9 bulan yang lalu. Aku kurang inget tanggalnya, tapi yang penting aku diterima dan sampai detik ini masih in relationship sama dia. Cowok I ini gak ganteng-ganteng amat, dia keliatan jelek (kadang-kadang), tapi lebih sering terlihat (sedikit) manis. Badannya bagus, orangnya baik, bertanggung jawab, rajin menabung dan tidak sombong (PKN banget nih jawabannya, promosi cowok sendiri). Anyway, aku nembak dia karena (obviously) aku (sedikit) suka dia dan posisiku waktu itu lagi jomblo (kosong selama hampir 2 tahun). Kali ini, aku gak cuma yakin, tapi yakiiiiin bangetttt kalo bakal diterima soalnya dulu cowok I ini pernah nembak aku (sayangnya aku tolak) pas SMA. Istilahnya, aku ini njilat ludah sendiri, narik ucapan sendiri, dan dengan PD'nya nanyain tawaran yang udah lewat sejak zaman purba. Aku gak asal tembak juga lhooo mentang-mentang he ever had a crush on me. Aku cari tau dulu status dia saat itu (jomblo or taken) sebelum beraksi. Hehehehehehe....

Pasti semua mikir kan, kok bisa aku sampe segitunya ngelakuin hal itu (nembak cowok). Apakah aku gak punya malu? Ataukah aku gak punya harga diri? Atau emang aku cewek gak bener yang lagi kegatelan??? Well, aku gak bilang kalo aku ga peduli sama pendapat orang laen, tapi bagiku yang penting adalah aku dapat memperoleh sesuatu yang aku mau (egois sekali yak?). Aku gak pengen nunggu orang memberikan apa yang aku inginkan. Buat apa menunda-nunda saat kamu punya kesempatan (peluang besar) untuk mendapatkan apa yang kamu mau? Maju aja langsung! Raih itu dengan tanganmu sendiri. Kalau merasa dah pasti, ngapain nunggu-nunggu si cowok gerak duluan. Iya kalau si cowok ngerasa yakin juga, terus nembak sihh ga apa-apa.  Lhaaa kalau si cowok masih belum ngerasa yakin, terus gak jadi maju, gimana? Malah gak dapet dehh jadinya.........

Aku akui, aku emang cewek yang (cukup) ambisius. Selama aku bisa dan mampu, aku gak mau nunggu-nunggu orang laen buat memenuhi kebutuhanku. Kebahagiaanku kan gak tergantung sama orang laen. Semua tergantung sama diri sendiri, bagaimana kita mengambil keputusan dan menentukan sikap kepada orang laen. Yang jadi masalah adalah bicara itu lebih mudah daripada melakukan, sama halnya dengan teori itu lebih gampang daripada praktik. Apalagi aku adalah seseorang dengan INTJ personality type. Sesengguhnya, sulit bagiku untuk mengemukakan keinginanku kepada orang laen, terutama orang-orang terdekat dan terpenting. Hahahaha. Karena itulah, aku sering menggunakan media tulisan seperti INI lalu ITU atau INI (lagi) kemudian ITU (lagi) dan  LAEN SEBAGAINYA seperti INI (mulai ga kreatif) untuk menyampaikan maksudku. Intinya sih, kembali kepada masing-masing orang dengan prinsip mereka. Hidup itu pilihan kok. Dan tiap orang akan bertanggung jawab pada pilihannya sendiri (omongan klasik).

Yahhh.. aku adalah AKU. Jadiiii, siapakah KAMU???

PS: Buat sohib-sohibku tercinta, mungkin kalian dah tau every single detail of my story (cieeeeee). Tapi entahlah, mungkin aku cuma lagi pengen nostalgia aja. Miss you so sahabat. Pengen dehh cerita-cerita masa lalu lagi. Tunggu aku pulang jogja yahhhh~

PSS: Jangan lupa click link yang ada buat ngeliat tulisan macam apa yang ada di balik itu.

17 comments:

Nufri L Sang Nila said...

wwwoooooooo...nice story.....gue juga punya pengalaman ini tuh....posisi sebaliknya pastinyaaa....hahahaaaaaaaa....jadi ketawa dehhh.....

rinz said...

Nufri: Jelas lah posisi sebaliknya. Kalau bukan, mank mau dipakein rok? Hahahahaha.. Upsss, stereotyping sekali sayaaaa~

moonlite! said...
This comment has been removed by the author.
Gaphe said...

ya itu kalo emang punya rasa sayang, mending ungkapin aja. Buat cowok, kadang juga merasa seneng koq kalo di"tembak" gitu.

secara, katanya cowok tuh menang milih cewek (tapi takut ditolak).

oh iya, kalo steak obong saya juga pernah makan.. enak sih, tapi soal harga masih murahan WS.

Unknown said...

ya setiap orang sih punya prinsip beda soal nembak cowok. aku sendiri, bukan nembak langsung tapi memulai pdkt duluan gitu.

Geafry Necolsen said...

bayangkan kalo begini kondisnya:

si cowok suka banget sama si cewe, tapi karena cewe ini dimatanya terlalu sempurna si cowo jadi minder..

trus si cewek juga sbenernya naksir berat, tapi karena gengsi kalo cewe nembak duluan akhirnya si cewe juga diam aja..

hmm..
kapan ya mereka jadianya?

TS Frima said...

menurut saya sih biasa aja. saya juga pernah ditembak cewek beberapa kali :D

ohya, terimakasih atas kunjungannya ke day dreaming poet. please feel free to visit my other blogs as well :)

angsajenius said...

howaah intaaann! baru nemu blog-mu nih :)

eh eh anyway aku juga pernah loh "nembak" cowok, pas SMP kelas 3, haha, kl kamu inget, pas dulu seleksi seminggu itu aku kan punya cowo, nah itu adalah dia!

ga langsung siih, cuman nanyain "Kamu sebenernya gimana si ke aku" intinya, dan itu pun setelah aku yakin dia suka juga sama aku (dulu sahabatan banget) dan aku nyari tau dari temen terdeketnya dia. Sama, krn ga mau nunggu, soalnya dia pemalu dan ragu-ragu banget. Dan akhirnya, kami jadi.ahhaa walaupun skg udah putus :D

Elsa said...

aku selalu salut dengan cewek tipe seperti ini. punya keberanian untuk mengungkapkan apa yang diinginkan. bener sekali, kalo gak berusaha, malah gak dapet dapet yaa

tapi aku kok gak bisa kayak gitu yaa...
hiks

Baby Dija said...

Salam kenal Tante...

insan said...

gmn ya perasaan cowok y ditembak past degdegan, >> h2

Admin said...

weeeww...salam kenal..:)

mantabs pnglamannya..tpi ngmong2..nembak cow dari SD??
ckckc..haha

stuju ama 'Gaphe'..kbnyakan cow tkut dtolak..haha

dihas said...

mantabzz jg km RInz....
nembak cowok....
biasane cowok sj nembak cew jg disertai ketidaknyamanan...(takut ditolak)...
tp mu nyoba ngelamar ga ni,,,,??

BLACKBOX said...

bener tuh.....kalo ad akesempatan kenapa disia2xin....inspiring me, thx, salam eknal ya

T. Faradita said...

Uhm, emang sih, nembak cowok duluan bukan berarti malu2in juga, tp gimanapun kita tetep terbentur sama norma2 n nilai2 sosial yang ngebuat kita (sbg cewek) ga akan pernah bisa sejajar sama cowok (dalam beberapa hal) walaupun emansipasi udah dari dulu didengungkan n (katanya) diperjuangkan. But nice post kok, aq juga setuju kalau ngga hanya cowok yg bisa selalu 'first move' :)
miss u too darl, cepet pulang!! :*

T. Faradita said...

ngomong2, kamu sm Y emg cm 2 minggu? bknnya lebih ya? hehehe
I remember when I called ur boyfriend "Om" LOL *blushin'*

Banyu Waseso Segoro said...

Nice story ... mantap ....