MIMPI = CITA-CITA = AMBISI

|
Setiap orang punya definisi masing-masing tentang mimpi. Dan tentunya, setiap orang pasti mempunyai satu atau bahkan lebih dari satu impian. Aku tak punya banyak mimpi. Aku selalu fokus pada satu impian karena bagiku, mimpi adalah sebuah cita-cita, dan cita-cita itu merupakan suatu ambisi. Impianku sendiri terbentuk sesuai dengan idealismeku, bagaimana caraku memandang dunia dan apa yang ingin aku sumbangkan pada komunitasku. Meskipun idealisme itu akan berubah sesuai dengan perjalanan waktu dan kedewasaan seseorang, dasar dari sebuah mimpi yang terbentuk akan tetap sama. Dalam perkembangannya, sebuah mimpi mungkin akan bercabang agar dapat memenuhi tuntutan dari idealisme. Namun cabang-cabang itu hanyalah bagian dari konsekuensi yang timbul saat aku sedang mengejar mimpiku untuk mencapai idealismeku. Cabang-cabang itu pun termasuk detail kecil dan bias yang akan muncul seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan keinginan seseorang. Yang pasti, mimpi bagiku adalah tunggal. Hanya satu untuk dikejar dan diraih. Satu untuk dijalani dengan sepenuh hati. Satu untuk ditekuni.

Itulah definisi mimpi yang aku yakini. Meskipun begitu, dalam praktiknya, ada banyak sekali faktor yang menentukan bisa tidaknya seseorang mengejar mimpinya. Banyak pula hal yang harus dipertimbangkan secara masak-masak. Bukan hanya sekedar mengikuti keinginan hati dan panggilan diri. Karena seseorang hidup dengan orang lain, bukan hanya seorang diri...

3 comments:

moonlite! said...

baguuuuuus ~ terus mimpimu apa? pedang pora? ;p hahaha eh yang ikut banyak banget tuh huhuhu.

rinz said...

perasaan aq dah pnh blg dehh klo aq GA MAW PEDANG PORA?! well, lgpl blm tentu jg ma itu. bs tahan brp lm c? i doubt it.. i really do doubt him.

rinz said...

anyway, dri bagian mananya ini kmu interpretasikan jd pedang pora?!
emgnya itu 'idealisme'? hell bngdd klo iya...
helloooowww.. aq msih bingung antara dokter n breeding specialist...
bukan mimpi jd penganten... ckckckckckckckckkkk!